Viral, Masyarakat Aceh Dibuat Geger Oleh Kemunculan TKA Asal Tiongkok Berpakaian Ala Militer

Viral, Masyarakat Aceh Dibuat Geger Oleh Kemunculan TKA Asal Tiongkok Berpakaian Ala Militer

Sebuah video baru-baru ini mendadak viral dan menghebohkan masyarakat sekitar Meulaboh, Aceh. Bagaimana tidak, dalam video viral itu terlihat seorang tenaga kerja asing asal Tiongkok yang tengah mengenakan seragam militer, masyarakat pun dibuat cemas atas video tersebut. Namun untungnya pihak dari Kantor Imigrasi Non Tempat Pemeriksaan Imigran atau TPI Kelas II Meulaboh bisa cepat bergerak untuk memberikan tanggapannya terkait video tersebut.

Berdasarkan keterangan dari Kepala TPI Kelas II Meulaboh, Azhar, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyelidiki kebenaran terkait video tersebut. ia pun turut mengakui bahwa saat ini memang ada WNA asal Tiongkok yang diketahui mengenakan pakaian ala militer dan itu berada di sekitaran lokasi proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap 3 – 4 Nagan Raya, lebih tepatnya di desa Suak Puntong Kuala Pesisir – Provinsi Aceh.

Video berdurasi 7 detik yang viral dibagikan melalui whatsapp group itu pun lantas dijelaskan lagi oleh Azhar bahwasanya pria dalam video tersebut hanya merupakan seorang pekerja kasar biasa dan bukan lah seorang militer seperti yang selama ini dinarasikan miring, hal itu didasarkannya setelah melakukan penelusuran dengan sejumlah pihak dari intelejen.

Lebih lanjut lagi, Kepala Kantor Imigrasi Non Tempat Pemeriksaan Imigran itu juga menuturkan bahwa keberadaan TKA asal Tiongkok itu sudah mendapatkan izin lengkap untuk dapat bekerja di lingkungan lokasi proyek pembangunan PLTU 3 – 4 Nagan Raya, jadi bukan orang asing yang selama ini disebut – sebut sebagai TKA gelap atau malah anggota militer sungguhan.

Trending  Penyesalan Datangnya Belakangan !! King Faaz Jadi Idola Baru, Galih Ginanjar: Harusnya Saya Ada Bersamanya

Dalam kesempatan tersebut, Azhar juga turut menyayangkan atas penilaian masyarakat yang bisa dengan sangat mudah termakan oleh hasutan berita yang tidak diketahui kebenarannya, terutama karna penyebarannya melalui wag yang bahkan video itu pun hanya berdurasi beberapa detik saja. Ia juga menyarankan agar masyarakat bisa lebih teliti dan mencaritahu kebenarannya terlebih dulu sebelum membagikannya di media sosial demi menghindari kegaduhan di lingkungan.